Buku Fiksi
Bon Suwung
Merujuk pandangan Prof. Budi Darma (kritikus sastra, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya) , ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto. Pertama, cerpen identik dengan puisi. Kedua, cerpen adalah alusi. Ketiga, cerpen identik dengan dunia asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka cerpen Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan dua komponen utama dalam cerpen-cerpen tradisional, yakni penokohan dan alur. Cerpen adalah alusi, karena itu sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi dan penelitian. Bahkan, sebetulnya cerpen Gunawan tidak secara langsung merupakan alusi pun, tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas yang sebenarnya, sementara alusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, karena itu jangan heran, cerpen Gunawan Maryanto menawarkan dunia yang asing
| BP007624SMAI | 813 MAR b | Perpustakaan SMA Islam Kepanjen | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain